dongeng pendek putri dan pangeran
Namanyaadalah Putri Mandalika. Dia sangat cantik sehingga banyak pria muda jatuh cinta padanya. Pangeran dari semua kerajaan ingin menikahinya. Satu demi satu, mereka datang untuk melamarnya. Putri Mandalika adalah gadis yang baik. Dia benci membuat orang sedih. Jadi, ketika para pangeran itu datang untuk melamarnya menjadi istri mereka, dia
DongengPutri Pendek dan Pangeran Aneh Putri Pendek dan Pangeran Aneh Dahulu hiduplah seorang putri pendek dari Kerajaan Pendek. Putri pendek adalah anak kesayangan raja dan ratu, karena putri pendek adalah anak satu-satunya. Putri pendek adalah wanita yang manis, lucu, ramah dan murah senyum.
CeritaPendek. Interest. Putri Dongeng. Artist. Dongeng Pangeran Kancil. Local Business. Cerita Kehidupan. Interest. See More triangle-down; Pages Other Brand Website Teens & Kids Website Dongeng Sebelum Tidur. English (US) · Español · Português (Brasil) · Français (France) · Deutsch. kentang, dan paprika.
Inibukan tentang cinderella yang berdansa dengan pangeran dan kehilangan sepatu kacanya, bukan tentang rapunzel dan rambut panjangnya, bukan tentang putri tidur yang menanti pangerannya, apalagi tentang. Dongeng pendek sebelum tidur : Rakyatnya begitu mencintainya, mereka hidup makmur di bawah kepemimpinan sang putri cantik. Dongeng Untuk
Ulahluluasan geulis, Nyai.!!!”. Nini Pangebon sasambat, “Aki atuh Aki geuwat susul si Nyai, Nini mah melang saking, waktos tos manjing sareupna!” sora Nini Pangebon dareuda. “Eummm Nini, sanés Aki teu melang, nanging Aki bingung kapahung. Soca tos kirang awas, nganggé obor nambihan sérab.”.
Rencontre En Ligne Gratuit Et Sans Inscription. Jakarta - Membacakan dongeng dapat menjadi rutinitas bermanfaat untuk anak, Bunda. Banyak dongeng yang kita bisa ceritakan ke anak sebelum tidur, seperti dongeng Putri Putri Duyung atau The Little Mermaid pertama kali ditulis oleh Hans Christian Andersen tahun 1837. Dongeng ini kemudian diadaptasi menjadi film animasi Amerika pada Putri Duyung begitu menarik untuk diceritakan ke anak karena bisa meningkatkan imaginasinya, Bunda. Si Kecil akan menciptakan dunia bawah laut yang baru untuk menggambarkan jalan cerita. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Lalu seperti apa dongeng Putri Duyung yang bisa Bunda ceritakan ke anak? Yuk, simak kisahnya berikut, seperti mengutip laman Stories to Grow By!Dongeng Putri Duyung dan pangeran baik hatiDikisahkan di laut yang sangat dalam dan luas, hidup Raja Laut yang menguasai dunia bawah laut. Raja tinggal di istana yang indah, terbuat dari batu koral biru dengan atap cangkang yang bisa dibuka dan sana Raja Laut hidup bahagia bersama ibu dan empat orang putrinya. Keempatnya memiliki usia yang terpaut pendek satu sama Raja yang paling kecil bernama Litte Mermaid. Tak seperti kakak-kakaknya, Little Mermaid menghabiskan sebagian besar waktunya untuk ke kapal-kapal karam yang telah jatuh ke dasar ini menyimpan banyak harta karun dari dunia luar, dunia yang tidak pernah diketahui Litte Mermaid. Selama menghabiskan waktu di kapal-kapal karam, Little Mermaid sering bernyanyi sambil mengatur koleksi harta karun yang begitu suka bernyanyi bersama ikan-ikan lain. Semua penghuni dasar laut tahu, suara Little Mermaid adalah yang paling indah di satu aturan yang dibuat untuk Little Mermaid dan kakak-kakaknya. Saat mereka genap berusia 15 tahun, mereka boleh berenang ke permukaan Mermaid begitu menunggu waktu ini karena dia menjadi yang terakhir di keluarganya yang boleh berenang ke sana. Tapi karena begitu penasaran, Little Mermaid membuat neneknya bercerita tentang kehidupan di darat."Ada kapal, kota, dan manusia di atas sana," kata sang Putri Duyung/ Foto Getty Images/iStockphoto/totallyjamieTak lama, kakak perempuan tertua menginjak usia 15 tahun. Ia menjadi putri pertama yang diizinkan naik ke permukaan dia kembali, dia membawa cerita kepada ketiga adiknya. Ia bercerita saat beristirahat di pasir putih yang lembut, melihat langit dan awan yang cerah, serta matahari terbenam yang berubah warna menjadi merah keemasan. Ia bahkan telah melihat burung-burung terbang tinggi di itu giliran kakak kedua Little Mermaid yang berenang ke permukaan setelah berusia 15 tahun. Ia bercerita tentang gunung es yang mengambang di laut dan bersinar terang. Semua kapal terlihat menjauh dari gunung es, seolah ketakutan dan gunung es itu terlihat tidak berikutnya dibawa kakak ketiga Little Mermaid. Setelah kembali dari permukaan laut, dia bercerita saat berenang mendekati gerbang mendengar suara manusia memanggil satu sama lain, suara kuda yang terjepit hingga jatuh di jalanan. Kakak ketiga Little Mermaid ini bahkan mendengar musik untuk pertama kalinya di permukaan cerita yang dibagikan ketiga kakaknya itu membuat Little Mermaid semakin penasaran tentang kehidupan di atasnya. Saat dia berusia 15 tahun, dia pun naik ke permukaan untuk melihat sendiri cerita yang dibagikan sang muncul di atas permukaan laut, Little Mermaid berada di sebelah kapal besar. Dari tempatnya, dia bisa mendengar suara musik yang indah dan para pelaut yang sedang menari. Mereka tampak tertawa dan Little Mermaid melihat seorang pemuda tampan melangkah ke luar geladak kapal. Di saat bersamaan, suara kembang api terdengar dan Little Mermaid pun itu tampak disukai para pelaut. Saat itu, Little Mermaid pun menyangka bahwa dia adalah seorang pangeran. "Dia pasti seorang pangeran," ucap Little tiba-tiba pesta berubah menjadi bencana. Ombak besar datang disusul petir dan hujan badai. Kapal itu pun terombang-ambing di Mermaid melihat pangeran tampan tadi adalah satu-satunya yang ada di atas kapal. Ia tampak menolong para pelaut yang jatuh ke laut. Sayangnya, pangeran tampan itu malah ikut terlempar dan jatuh ke bahwa manusia tidak bisa hidup di bawah air, Little Mermaid pun menyelam dan menyelamatkan pangeran. Little Mermaid lalu berenang ke permukaan dan menarik badan sang pangeran sampai ke Mermaid tampak bingung karena pangeran itu tidak kunjung sadar dan membuka mata."Apakah dia sudah mati?" tanya Little Mermaid dalam Mermaid lalu menyanyikan lagu sedih. Tiba-tiba, sang pangeran mulai bergerak dan membuka matanya."Oh! Apa kamu baik-baik saja?" tanya Little Mermaid sambil menyentuh dahi saat bersamaan, muncul suara beberapa perempuan di pantai. Little Mermaid langsung cepat-cepat menyelam agar identitasnya tidak saat itu, Little Mermaid tidak pernah lagi bertemu dengan pangeran tampan dan baik hati. Ia kembali ke rumah tanpa mengatakan apa pun pada kemudian, Little Mermaid masih tidak bisa melupakan sang pangeran. Ia lalu bercerita ke neneknya dan mengaku ingin bertemu lagi dengan pangeran tampan."Sayangku, kamu tahu kalau Putri Duyung tidak mungkin berjalan dengan dua kaki! Satu-satunya yang bisa melakukan itu adalah Penyihir Laut. Tapi tentu saja itu terlalu bahaya untuk menemuinya," kata nenek pada Little Putri Duyung/ Foto Getty Images/iStockphoto/totallyjamieNasihat nenek tidak didengar Little Mermaid. Ia pergi ke ujung laut yang jauh untuk menemui Penyihir Laut. Mendengar permintaan Little Mermaid, Penyihir Laur pun memberikan ramuan untuk memberikan dua kaki. Syaratnya, Little Mermaid harus membuang suara itu, Penyihir Laut juga mengatakan bahwa pangeran harus menikahinya bila Little Mermaid ingin hidup. Suara merdunya juga tidak akan kembali."Jika pangeran menikah dengan orang lain, kamu akan mati di hari berikutnya dan suaramu akan tetap bersamaku selamanya," ujar sang Penyihir Mermaid setuju dan langsung meminum ramuan dari Penyihir Laut. Ia pingsan dan terbangun di daratan dengan dua kaki seperti manusia. Di saat itu, Little Mermaid ditemukan sang pangeran pujaannya. Ia pun diajak ke istana pangeran dan mendengar semua cerita pria berikutnya adalah pesta kerajaan. Sang pangeran mengajak Little Mermaid. Sang pangeran menginginkan Little Mermaid di sisinya setiap Mermaid pikir pangeran pasti bisa jatuh cinta padanya dan dia masih memiliki harapan untuk menikahi pria dengan suara indah yang telah diselamatkannya. Namun, tiba-tiba Raja memanggil pangeran untuk dan meminta putranya memilih pengantin, seorang putri dari negeri terdekat yang datang ke pangeran hancur, begitu pun Little Mermaid. Tanpa diketahui Little Mermaid, suaranya ternyata telah dipindahkan Penyihir Laut ke wanita yang dijodohkan ke pangeran. Pangeran pun menjadi terkesima dengan suara putri yang dijodohkan dan setuju untuk menikahinya. Hati Little Mermaid semakin harinya, Little Mermaid pergi ke laut dan memberitahu masalah pangeran kepada ketiga kakaknya. kakak-kakak Little Mermaid memberitahu sang ayah. Sayangnya, Little Mermaid ternyata disekap oleh Penyihir Laut yang menginginkan tongkat Raja sang putri terdesak, Raja Laut pun setuju untuk memberikan tongkat dan kerajaannya pada Penyihir Laut. Penyihir Laut lalu berubah menjadi monster datang ke pernikahan dan berbuat Mermaid berusaha menyelamatkan pangeran sampai akhirnya terperangkap oleh tentakel monster. Little Mermaid menggunakan pisau yang dibawanya untuk menusuk dada monster. Sang pangeran lalu membantunya dengan menembakkan anak panah ke arah Laut jatuh ke dalam air dan kalah, Di saat itu, suara merdu Little Mermaid kembali lagi. Pangeran yang mendengar suara asli Little Mermaid langsung tersadar bahwa dia sudah salah menilai selama ini. Sang pangeran mengingat suara itu sebagai suara wanita yang menolongnya saat kapal saat bersamaan, putri yang menjadi jodoh pangeran datang menyerbu karena tidak terima dengan kehadiran Little Mermaid. Tiba-tiba, Raja Laut datang dan kembali merebut tongkatnya dan membantu sang putri melawan putri jahat pun kalah dan Raja Laut segera melambaikan tongkatnya dan mengangkat Little Mermaid kembali ke kapal. Pangeran datang dan memeluk Little Mermaid."Sekarang aku tahu bahwa kamu yang sudah menyelamatkanku dulu. Maukah kamu menikah denganku?" tanya Mermaid menjawab 'iya' dengan suara merdunya. Keduanya pun hidup juga 3 manfaat mendongeng ke anak, dalam video berikut[GambasVideo Haibunda] ank/som
Beberapa versi dari Cerita Dongeng Putri Tidur pernah kakak posting di blog kesayangan kita ini. Salah satunya dapat adik-adik temukan pada link berikut ini Cerita Dongeng Anak Putri Tidur. Pada malam hari ini kakak akan bercerita dongeng putri tidur yang berasal dari negara Jerman. Kakak yakin kalian akan suka. Yuk kita simak bersama. Pada Jaman dahulu kala, ada sebuah negeri yang makmur dan dipimpin oleh raja yang adil. Sayangnya, sang raja belum dikaruniai keturunan. Hal itu membuat raja bersedih. Setiap hari, raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa mereka dikabulkan. Permaisuri melahirkan seorang anak perempuan yang cantik. Raja sangat bahagia. Ia mengadakan pesta dan mengundang tujuh penyihir baik untuk memberikan mantra baik kepada putrinya. Enam penyihir balk sudah memantrai sang putri. Saat penyihir ketujuh hendak memantrai putri, tiba-tiba penyihir jahat datang sambil marah-marah, “Hei, Raja. Mengapa aku tidak kau undang? Sebagai balasannya, aku akan mengutuk anakmu.” Penyihir jahat mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata, “Suatu hari, ia akan mati tertusuk jarum pemintal benang. Hahahaha.” Lalu, penyihir jahat itu pergi dengan sapu ajaibnya yang bisa terbang. Raja dan permaisuri menangis sedih mendengar kutukan itu. Tapi, penyihir ketujuh yang belum sempat memberikan mantra baik menenangkan mereka, “Aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidak akan meninggal. la hanya akan tertidur selama seratus tahun setelah terkena jarum pemintal. la akan terbangun kembali setelah seorang pangeran datang menolongnya.” Enam belas tahun berlalu, sang putri telah turnbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Saat sang putri berjalan jalan keluar istana, ia penasaran dengan sebuah rumah. Tuan putri masuk ke rumah itu dan melihat seorang nenek sedang memintal benang. “Kemarilah, Tuan Putri. Kau ingin belajar memintal?” kata si nenek. Sang putri senang sekali. la segera mencoba memintal. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang putri tertusuk jarum alat pemintal. la menjerit kesakitan dan jatuh tersungkur di lantai. “Hihihi. Tamatlah riwayatmu!” kata si nenek yang ternyata penyihir jahat. Raja mencari-cari sang putri. Akhirnya, ia menemukannya. “Anakku, malang sekali nasibmu,” ratap sang raja ketika menemukan anaknya sudah dalam keadaan tidur setelah tertusuk jarum pintal. Tiba-tiba, datanglah penyihir baik. “Tenanglah, Tuan Raja. Anakmu tidak akan tertidur selama seratus tahun sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua,” lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Seratus tahun yang panjang telah berlalu. Pangeran Adolf dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang kini sudah tertutup semak berduri. Menurut cerita orang desa, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Pangeran Adolf pun menuju istana itu untuk menghancurkan naga yang telah meresahkan penduduk. Kemudian, sesampainya di istana yang tertutup semak berduri, Pangeran Adolf disambut dengan semburan api naga. Namun, semburan api mengenai pangkal pedang yang berkilau sehingga memantul kembali dan mengenai mata naga. Kemudian, secepat kilat pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga. Seketika itu juga, sang naga jatuh terkapar di tanah dan kembali ke bentuk semula, yaitu nenek penyihir yang jahat. Setelah penyihir mati, tiba-tiba semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran Adolf terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba, penyihir baik hati muncul di hadapan Pangeran Adolf. “Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang, pergilah ke tempat sang Putri Tidur!” katanya. Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang putri tidur. la melihat seorang putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah. “Putri, bukalah matamu,” katanya sambil menggenggam tangan sang putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan terhadap sang putri. Setelah tertidur selama seratus tahun, sang putri akhirnya bangun. Begitu pun dengan seluruh isi istana. “Terima kasih, Pangeran,” kata sang putri. Mereka kemudian menuju aula istana. Di sana, semua orang sudah menunggu kedatangan sang putri. Ketika melihat sang putri dalam keadaan sehat, raja dan permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada Pangeran Adolf yang gagah berani. Pangeran Adolf pun dinikahkan dengan putri tidur dan mereka hidup bahagia selamanya. Pesan Moral dari Cerita Dongeng Putri Tidur Dan Pangeran Adolf adalah Jadilah anak pemberani. Berdoa dan bersabarlah jika ingin cita-citamu tercapai. Anak yang sabar dan rajin akan sukses saat dewasa nanti. Jika kalian suka dengan dongeng puteri tidur, kalian bisa membaca versi lainnya pada posting kakak berikut ini Cerita Dongeng Dunia Kisah Putri Tidur.
Cerita dongeng biasanya berkaitan dengan magis atau kutukan. Misalnya saja dongeng Pangeran Ikan. Dongeng tersebut cukup menarik tuk kamu simak. Kisah lengkapnya ada di artikel ini. Yuk, baca langsung!Kamu sedang mencari dongeng anak-anak yang kisahnya seru dan mengandung pesan moral? Nah, dongeng Pangeran Ikan bisa kamu jadikan sebagai salah satu pilihan, loh. Kamu udah pernah baca kisahnya?Secara singkat, dongeng ini mengisahkan tentang seorang pangeran tampan dan baik hati yang dikutuk menjadi seekor ikan. Lalu, ia pun dipelihara oleh seorang ratu yang tak mempunyai bagaimana bisa sang pangeran mendapatkan kutukan? Akankah ia kembali menjadi pangeran tampan? Kalau penasaran, tak perlu ke mana-mana lagi, mending langsung saja simak ulasannya di artikel ini! Alkisah, pada zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan di negeri nan jauh. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang Raja dan Ratu. Mereka memiliki dua anak laki-laki. Meski kakak adik, wajah mereka sangatlah berbeda. Si sulung bertubuh pendek dan wajahnya sangatlah buruk rupa. Ia hanya memiliki satu mata yang berada di tengah dahinya. Sedangkan sang adik sangat tinggi dan tampan serta bersikap layaknya pangeran. Karena perbedaan tersebut, sang Raja dan Ratu jadi pilih kasih. Mereka hanya menunjukkan kasih dan sayang kepada si Bungsu. Saat ada pertemuan di kerajaan, sang Raja meminta si Sulung untuk bersembunyi. Ia malu punya anak bermata satu. Pada suatu hari, Raja berkata pada si Bungsu bahwa dirinyalah yang kelak meneruskan tahta sang ayah. “Anakku, kelak kau yang akan menggantikanku menjadi Raja,” ucapnya. Akan tetapi, Bungsu sempat menolak. Ia tak ingin melukai perasaan kakaknya. Sebab, seharusnya yang meneruskan jabatan Raja adalah anak pertaama. “Tapi, Ayah. Kenapa tidak kakak saja yang ayah pinta untuk menjadi Raja?” ujar si Bungsu. “Nak, negeri ini tak akan menuruti perkataan seseorang yang hanya memiliki satu mata. Mereka justru akan meledek kakakmu,” ujar sang Raja. Mendengar penjelasan sang ayah, Bungsu pun mengangguk. Di sisi lain, rupanya si Sulung mendengar percakapan adik dan ayahnya. Ia merasa sakit hati dan marah dengan perkataan sang ayah. “Kerajaan ini harus jadi milikku! Aku yang berhak mendapatkannya!” geram si Sulung. Baca juga Dongeng Beauty and the Beast Si Cantik dan Si Buruk Rupa Beserta Ulasannya, Cerita Seorang Putri Cantik Jelita yang Disekap Monster Jahat Sulung Mengatur Rencana Usai mendengar ucapan sang ayah dan adiknya, Sulung menemui istrinya yang juga penyihir itu. Tentu saja sang istri tak terima bila tahta raja tidak diteruskan oleh suaminya. Mereka pun membuat rencana besar. Sang istri mengundang Raja, Ratu, dan adik iparnya makan malam bersama. Saat mereka sedang asyik makan, sang Istri berbisik pada suaminya, “Selesai makan, ajaklah adikmu duduk di kursi yang menghadap sungai. Lalu, aku akan menyihirnya menjadi ikan dan buanglah ia ke dalam sungai. Dengan begitu, kamu bisa menjadi penerus kerajaan.” Si Sulung jelas setuju dengan ide istrinya itu. Tak lama kemudian, makan malam pun selesai. Sulung mengajak adiknya untuk duduk di kursi yang menghadap sungai. Lalu, istri si Sulung menaburkan serbuk ajaib di kepala Bungsu. Seketika si Bungsu berubah menjadi seekor ikan kecil. Si Sulung lalu menghanyutkannya ke dalam sungai sambil tertawa jahat. “Aku akan menjadi penguasa negeri ini,” teriaknya. Bungsu terus-terusan menangis. Ia tak menyangka bila kakaknya tega menyihir dirinya menjadi seekor ikan. Bungsu pun berenang jauh meninggalkan sungai di istana. Ia tak ingin lagi berjumpa dengan kakaknya. Pada suatu pagi, ia tertangkap oleh jala seorang nelayan. Nelayan tersebut menjual ikan-ikan yang ia tangkap ke istana. Bungsu hanya bisa pasrah. “Apakah aku akan berakhir menjadi santapan manusia?” ucapnya sambil menangis. Seorang koki di dapur istana tak tega untuk membunuh ikan kecil yang sebenarnya si Bungsu itu. “Ikan ini terlalu kecil untuk dimakan. Lagipula, ia tampak sangat indah. Aku akan memberikannya pada Ratu Gianna sebagai hadiah,” ujar koki istana itu. Rupanya, ratu di istana tersebut tak memiliki anak. Sudah lama sang Ratu Gianna mendambakan seorang anak, tapi Tuhan belum memberikannya. Dipelihara oleh Sang Ratu Koki itu pun menempatkan si Bungsu pada akuarium kecil dan memberikan pada sang Ratu Gianna. Respon sang Ratu sangatlah positif. Ia senang mendapatkan teman baru, meskipun itu hanyalah seekor ikan kecil. “Terimakasih telah memberiku ikan yang lucu ini. Aku akan merawat dan menjaganya seperti anakku sendiri,” ujar sang Ratu pada koki kerajaan. “Hai, Ikan kecil. Aku akan memberimu nama Nino. Kau akan kuanggap seperti anakku sendiri. Karena itu, kau adalah Pangeran Nino,” ucap sang Ratu Gianna. “Terima kasih, Ratu telah menganngapku seperti anakmu,” jawab Bungsu yang rupanya bisa bicara itu. Betapa terkejut sang Ratu mendengar ikan kecil itu menjawab perkataannya. “Rupanya, kau bisa bicara ikan kecil?” tanyanya. Lalu, Pangeran Nino menjawab bahwa dirinya adalah ikan ajaib. Ia ingin melupakan jati dirinya yang sesungguhnya. “Lebih baik aku ikhlaskan saja kondisi ini. Tak ada salahnya menjadi ikan,” ucapnya dalam hati. Setiap hari, Ratu Gianna dan Pangeran Nino mengobrol dengan asyik. Namun, tubuh sang Pangeran terlalu cepat tumbuh. Belum ada seminggu, akuariumnnya sudah tak muat. Ratu pun meletakkannya pada sebuah kolam besar yang airnya sangat jernih. Terus Tumbuh dan Semakin Besar Namun, beberapa hari kemudian, Nino tak bisa berenang di kolamnya. Badannya terus membesar dan memanjang hingga kolam pun tak muat lagi. Lalu, Ratu membuat kolam yang sangat besar di dalam istana. Untuk memindahkan Nino dari kolam kecil ke kolam besar, Ratu Gianna mengadakan pesta yang meriah. Ia ingin memperkenalkan Pangeran Nino pada warga di negeri yang ia pimpin. “Apakah kau senang dengan kolam barumu, Nino?” tanya sang Ratu. “Tentu saja aku senang. Airnya sangatlah segar,” ujar Nino. Setelah sebulan lamanya terus bertumbuh, tiba-tiba saja tubuh Nino tak bertambah besar lagi. Ikan yang awalnya mungil itu akhirnya menjadi makhluk yang sangat besar. Ukurannya sama dengan pria dewasa. Untuk ukuran ikan, tentu saja ia terlihat sangat mengerikan. Lalu, muncullah rumor di kalangan masyarakat. Mereka beranggapan Ratu Gianna memelihara seekor monster yang suka menyantap daging manusia. Karena rumor tersebut, banyak orang yang diam-diam melempari Pangeran Nino batu. Tak ingin terluka, Pangeran Nino pun sering bersembunyi di sudut kolam. Ia tak berani berenang-renang di tengah kolam. Ratu sedih mendapati pangeran selalu bersembunyi di sudut kolam. Lalu, ia berencana mencarikan istri untuk Pangeran Nino. “Nino, bagaimana kalau aku mencarikanmu seorang gadis muda untuk menjadi istrimu?” tanyanya. “Tidak perlu, Ratu. Tak akan ada manusia yang mau menikah denganku,” jawabnya. “Tapi, kau butuh teman hidup. Aku sudah semakin tua. Bagaimana kalau aku meninggal? Kamu akan sendirian,” jelas Ratu Gianna. “Kau tak akan menemukan orang yang mau menikah denganku, Ratu. Percuma saja mencari,” jawab Nino putus asa. “Aku akan berusaha dan mencoba berbagai cara,” ucap Ratu yakin. Ratu Gianna Mengadakan Sayembara Pada suatu hari, Ratu Gianna mengutus para pengawal untuk mencari gadis yang mau menikah dengan Pangeran Nino. Namun, tak ada satu pun gadis yang menerima tawaran menjadi menantu sang Ratu. Mereka percaya bila ikan itu adalah monster mengerikan yang memakan manusia. Meski telah mendapatkan banyak penolakan, Ratu Gianna tak menyerah begitu saja. Ia lalu membuka sayembara, “Barang siapa yang mau menikah dengan Pangeran Nino dan menjadi menantuku, maka ia dan keluarganya akan mendapatkan hadiah berlimpah berupa uang dan emas.” Sayembara itu terdengar hingga ke seluruh penjuru negeri. Di sebuah negeri yang berada di utara, tinggallah seorang janda tua yang sangat keji. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Karin yang ia perlakukan semena-mena. Ketika mendengar sayembara tersebut, Janda tua itu pun merasa gembira. “Dengan menyerahkan anakku pada Ratu, maka aku akan menjadi orang yang kaya raya,” ucapnya dalam hati. Lalu, si Janda menemui pengawal istana. “Tuan, aku rela bila anakku menikah dengan seekor ikan. Aku yakin anakku juga akan menyetujuinya. Karena itu, jemputlah anakku di sungai. Ia sedang mencuci baju. Bawalah ia ke istana. Lalu, berikan aku hadiah sesuai yang Ratu janjikan,” ucap Janda. Para utusan istana itu langsung menuju sungai. Mereka hendak membawa Karin ke istana. Namun, Karin menolak. “Aku tak ingin menjadi istri seorang ikan,” teriak Karin. “Kami membawamu ke istana atas izin ibumu. Bahkan, ia yang meminta kami untuk membawamu ke istana,” ucap para pengawal. “Benarkah ibuku yang memintaku menjadi menantu Ratu?” tanya Karin. “Untuk apa kami berbohong. Mungkin saja ibumu mengincar hadiah yang akan Ratu berikan. Artinya, kau telah dijual kepada kami. Hahaha,” ujar para pengawal sambil tertawa. Menemui Sahabat Karin sangat sedih dan kecewa karena sang ibu tega menjual dirinya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya ia memutuskan tuk mau dibawa ke istana. “Baiklah, aku mau ke istana. Tapi, izinkan aku untuk berpamitan dengan sahabatku dulu,” ucap Karin. Ia lalu berjalan ke sebuah gua dekat sungai. Rupanya, sahabatnya adalah seekor ular berkepala tujuh. “Ular, aku kemari untuk berpamitan. Ibuku memaksaku menikah dengan seekor ikan besar. Aku dengar, ikan itu seperti monster yang akan memakan manusia,” ucapnya sambil menangis. “Sahabatku, Karin. Tak usah menangis. Ikan itu sebenarnya bukanlah monster. Ia sebenarnya adalah seorang pangeran taman yang terkena sihir jahat. Mau tahu cara menghilangkan sihir yang menimpa ikan itu?” ucap Ular itu menenangkan Karin. “Benarkah ia bukan monster? Lantas, bagaimana cara menghilangkan sihirnya?” tanya Karin. “Aku akan memberimu tiga buah batu kerikil. Sebelum menikah dengannya, duduklah di tepi kolam. Saat ia muncul di permukaan, lemparkan satu buah batu kerikil ke dalam mulutnya. Maka ia akan tenggelam. Begitu seterusnya sampai batu ketiga. Tapi, jangan sampai kamu ketiduran, ya,” jelas Ular itu. Dengan perasaan sedikit tenang, Karin menerima tiga butir kerikil itu. Ia lalu membawa kerikil itu ke dalam sakunya. Kemudian, para pengawal membawa Karin ke istana. Sesamapainya di istana, Ratu Gianna menyambut Karin dengan suka cita. Ia memberi Karin pakaian dan perhiasan yang indah. Lalu, ia membawanya ke tepi kolam. “Karin, di kolam ini calon suamimu tinggal. Aku menganggapnya seperti anakku sendiri. Sebelum aku menikahkan kalian, kuharap kalian bisa saling berkenalan dulu,” ujar Ratu Gianna. Keajaiban Pun Terjadi Dengan perasaan sedikit cemas, Karin duduk di tepi kolam. Lalu, muncullah Pangeran Nino yang tubuhnya besar dan membuat Karin takut. Saat Nino hendak bicara, Karin langsung melemparkan batu kerikil kedalam mulutnya. Hal itu membuat Nino Tenggelam. Beberapa menit kemudian, Nino muncul lagi ke permukaan. Dengan cepat, Karin melemparkan batu kerikil ke dalam mulut ikan itu. Nino kembali tenggelam. Sekarang, Karin hanya punya satu kerikil. “Bagaimana kalau kerikil ini habis? Apa yang harus aku lakukan? Kata Ular ikan ini adalah pangeran tampan, tapi kenapa ia tak kunjung berubah?” ucap Karin dalam hati. Ia sangat cemas. Tak lama kemudian, Pangeran Nino kembali ke permukaan. Dengan sekuat tenaga, Karin melemparkan batu ke Nino. Namun, kali ini Karin tak tetap sasaran. Batu itu tak masuk ke mulut ikan, tapi mengenai siripnya. Tiba-tiba, ikan besar itu berubah menjadi pangeran yang amat tampan. “Terimakasih telah memusnahkan sihir yang mengubahku menjadi seekor ikan,” ujar Pangeran Nino. Karin tercengang dengan ketampanan sang pangeran. Ikan yang tadinya menyeramkan, berubah menjadi pria berwajah tampan. Lalu, mereka pun menghabiskan malam di bawah sinar bulan. Nino menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya. Keesokan harinya, Ratu Gianna terkejut mendapati ikan yang ia rawat berubah menjadi pangeran tampan. Ia pun segera menikahkan Nino dan Karin. Pangeran Nino lali menjadi Raja menggantikan Ratu Gianna. Mereka pun hidup bahagia. Sementara itu, kakak Nino alias si Sulung rupanya mengalami kehancuran. Sang Ayah terpaksa mengangkatnya sebagai Raja. Namun, Sulung tak memimpin dengan benar. Ia kerap bertindak semena-mena. Oleh sebab itu, para warga melakukan pemberontakkan. Mereka ingin Sulung lengser dari jabatannya. Lalu, terkuaklah fakta bahwa istri si Sulung telah menyihir si Bungsu menjadi seekor ikan. Diasingkanlah Sulung dan istrinya ke hutan belantara yang sangat terpencil. Baca juga Cerita Rakyat Karang Nini dan Bale Kambang dari Jawa Barat Beserta Ulasan Lengkapnya, Kisah Kesetiaan Seorang Istri Unsur Intrinsik Cerita Pangeran Ikan seru banget, kan? Untuk menambah wawasanmu, yuk, baca dulu unsur intrinsik dari dongeng tentang pangeran dan putri ini! Dari tema hingga pesan moral, berikut ulasannya; 1. Tema Tema atau inti cerita dongeng ini adalah tentang seorang pangeran yang disihir menjadi ikan oleh kakaknya sendiri. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena iri hati dan kecemburuan. 2. Tokoh dan Perwatakan Sumber Youtube – Indonesian Fairy Tales Ada beberapa tokoh utama dari cerita dongeng Pangeran Ikan. Tokoh protagonisnya tentu saja adalah si Bungsu yang kemudian berubah menjadi Pangeran Nino, Karin, dan Ratu Gianna. Sementara tokoh antagonisnya adalah Raja, si Sulung dan istrinya, serta Janda tua. Si Bungsu alias Pangeran Nino digambarkan sebagai pemuda yang tampan dan bijak. Karenanya, Raja memilihnya untuk menggantikan tahtanya di kemudian hari. Ratu Gianna adalah seorang wanita baik yang kesepian karena tak memiliki suami dan anak. Ia lalu merawat dan membesarkan Pangeran Nino dengan sepenuh hati. Lantas, kenapa Raja termasuk dalam tokoh antagonis? Sebab, ia memberikan kasih sayang yang berbeda pada kedua anak laki-lakinya. Hanya karena si Sulung punya kekurangan, bukan berarti ia layak mendapatkan perlakuan yang tak pantas. Seandainya Raja memperlakukan Sulung dengan penuh kasih sayang, Sulung mungkin menerima bila adiknya yang terpilih menjadi penerus tahta. Karena diperlakukan tak adil, maka Sulung tumbuh menjadi sosok yang bersikap iri hati dan penuh kebencian. 3. Latar Cerita dongeng Pangeran Ikan menggunakan beberapa latar tempat. Di antaranya adalah istana yang tak disebutkan lokasinya, sungai, kerajaan milik Ratu Gianna, kolam ikan, dan gua. 4. Alur Cerita Dongeng Pangeran Ikan Alur cerita dongeng yang berakhir romantis ini adalah maju atau progresif. Cerita bermula dari si Sulung yang mendengar percakapan antara ayah dan adiknya. Ia merasa diperlakukan tidak adil karena si Bungsu yang dipilih menjadi penerus tahta raja. Diprakarsai oleh hal tersebut, istri si Sulung yang merupakan seorang penyihir pun mengubah Bungsu menjadi seekor ikan. Bungsu yang berenang jauh meninggalkan istana pun ditemukan oleh seorang nelayan. Ia lalu dipelihara oleh Ratu Gianna yang tak punya anak. Ratu memberinya nama Pangeran Nino. Ia menganggap Nino seperti anak sendiri. Sayangnya, tubuh Pangeran Nino tumbuh dengan sangat cepat. Ia berhenti tumbuh saat tubuhnya sudah seukuran pria dewasa. Tentu saja ukuran tersebut sangatlah besar untuk seekor ikan. Orang-orang lalu menyebarkan rumor bahwa Pangeran Nino sebenarnya adalah monster yang menyeramkan. 5. Pesan Moral Pesan moral apa saja, nih, yang bisa kamu petik dari cerita dongeng Pangeran Ikan ini? Dongeng sebelum tidur yang cukup panjang ini mengandung beberapa amanat. Pertama, orang tua tak seharusnya memberikan kasih sayang yang berbeda kepada anak. Setiap anak berhak mendapatkan sikap dan perlakuan yang sama dari orang tuanya. Hanya karena punya kekurangan, tak seharusnya anak diasingkan dan mendapatkan perlakuan yang tak layak. Amanat berikutnya, janganlah kamu berbuat jahat karena merasa iri hati. Setiap orang mungkin pernah merasa iri pada pencapaian seseorang, tapi, jangan sampai hal itu membuatmu berbuat jahat. Ketiga, orang yang tulus akan mendapatkan kebahagiaan. Seperti halnya Ratu Gianna yang tulus merawat ikan kecil. Lalu, ikan itu membawa berkat dan kebahagiaan dalam hidupnya. Pesan terakhir adalah jadilah orang yang mudah memaafkan dan tak pendendam. Itulah sikap dari Pangeran Nino. Meski sempat sedih karena berubah menjadi ikan, pada akhirnya ia menerima nasibnya dan tak dendam pada sang kakak. Tak hanya unsur instrinsik, cerita dongeng Pangeran Ikan ini juga memiliki unsur ekstrinsik. Di antara unsur ekstrinsiknya adalah nilai ketuhanan, sosial, budaya, dan moral dari lingkungan di sekitar. Baca juga Legenda Minang Cindua Mato Beserta Ulasan Lengkapnya, Kisah Pemuda Pemberani Dalam Membela Kebenaran Fakta Menarik Meski ceritanya cukup panjang, dongeng Pangeran Ikan ini tak punya banyak fakta menarik yang bisa kami paparkan. Hanya ada satu fakta menariknya yang telah kami paparkan berikut; 1. Ada Versi Lain Dongeng memang pada umumnya punya beragam versi, begitu pun dengan Pangeran Ikan. Ada beragam versi cerita yang tersebar di dunia maya. Secara garis besar, kisahnya tetap sama, yakni tentang pangeran yang disihir menjadi ikan. Namun, beberapa versi menampilkan detail kisah yang berbeda. Ada satu versi yang mengisahkan tentang seorang Ratu dan Raja di negeri Arab yang tak kunjung mendapatkan anak. Mereka gemar memakan ikan. Suatu hari, koki kerajaan menemukan ikan kecil yang tampak manis. Ia pun memelihara ikan itu. Ratu jatuh hati pada ikan yang dipelihara sang koki. Lalu, koki menyerahkan ikan itu pada sang Ratu. Lambat laun, ikan tumbuh semakin besar. Ratu membuatkannya kolam yang sangat besar agar ikan yang ia anggap pangeran itu bisa leluasa. Setelah itu, Pangeran Ikan menemukan cinta sejatinya, yakni seorang putri. Cinta sejati itulah yang membuatnya berubah lagi menjadi pangeran tampan. Baca juga Kisah Putri dan Kacang Polong Beserta Ulasan Lengkapnya, Dongeng Seorang Pangeran yang Mencari Putri Sejati Bacakan Dongeng Pangeran Ikan Pada Anak-Anak Itulah tadi cerita dongeng Pangeran Ikan beserta ulasan seputar unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya. Ceritanya seru banget, kan? Kalau kamu suka, bagikan dan bacakan kisah ini pada adik, teman, atau mungkin anak-anakmu. Kalau ingin membaca kisah lainnya, langsung saja telusuri kanal Ruang Pena. Ada banyak, loh, cerita yang bisa kamu baca. Misalnya saja seperti dongeng tentang Putri Tidur, Si Cantik dan Si Buruk Rupa, Cici dan Serigala, serta masih banyak lainnya. Selain dongeng, ada banyak pula cerita rakyat atau legenda Nusantara. Selamat membaca! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.
DONGENG PUTRI TIDUR DAN PANGERAN - Pada jaman dahulu kala terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja yang terkenal sangat baik, adil, dan bijaksana terhadap rakyatnya. Kehidupan masyarakat dikerajaan itu pun sangat makmur, tapi kemakmuran kerajaan tersebut tidak dirasakan oleh sang raja, dikarenakan sang raja masih belum juga dikaruniahi keturunan. Hingga pada akhirnya setelah menunggu cukup lama, kabar menggembirakan itu pun datang, sang permaisuri telah mengandung. Setelah 9 bulan mengandung sang permaisuri pun melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik, raja pun sangat bahagia ia pun mengadakan pesta atas kelahiran putri pertamanya. Sang raja mengundang kerajaan tetangga serta mengundang juga para penyihir yang baik untuk memberikan mantera baiknya kepada sang putri dengan harapan sang putri akan tumbuh menjadi wanita yang baik hati, cantik, jujur, pandai dan bijaksana. Satu persatu sang penyihir baik itu pun membacakan mantera, hingga pada saat penyihir ketujuh ingin membacakan mantera lalu tiba-tiba pintu istana pun terbuka, ternyata ada seorang penyihir yang terkenal jahat datang masuk sambil berkata, "Hai raja, mengapa kau tidak mengundang ku dipesta mu?? lalu sebelum raja sempat berkata sang penyihir jahat itu pun berkata lagi, "Baiklah kalau begitu, karena kau tidak mengundang ku, maka aku kutuk anak mu. Dia akan mati nanti tertusuk jarum pemintal benang, Ha...haha..hahaha..." Seraya berjalan pergi keluar pintu istana. Mendengar ini Raja, Permaisuri, dan seluruh undangan terkejut terlebih raja dan permaisuri yang sangat bersedih dengan kutukan tersebut. Pada saat itu datanglah penyihir baik yang ketujuh menghadap sang raja sambil berkata, "Jangan khawatir Raja ku, aku bisa meringankan kutukan tersebut. Sang Putri tidak akan mati, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah ia tertusuk jarum, dan ia akan terbangun kembali jika ada seorang Pangeran datang kepadanya." Mendengar ini sang raja sedikit agak tenang, lalu ia memerintahkan kepada seluruh anak buahnya dan kepada rakyatnya untuk mengumpulkan semua alat pemintal benang guna untuk dimusnahkan, untuk mencegah putrinya tertusuk jarum dari pengintal benang tersebut. Tujuh belas tahun setelah kutukan itu, sang putri pun tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan baik hati. Dan tibalah bagi Raja dan Permaisuri untuk melakukan perjalanan mengelilingi belahan dunia lainnya. Perjalanan kali ini sang putri tidak serta diajak, sang putri tinggal di istana. Mengisi harinya sang putri berjalan-jalan keluar istana, tibalah ia disatu tempat yang sebelumnya belum pernah dirinya lihat. Ia pun membuka pintu tempat tersebut, dan ternyata didalam kamar tersebut ia melihat seorang nenek yang sedang mengintal benang. Putri pun penasaran dan menghampiri sang nenek yang sedang mengintal benang tersebut. Sang putri pun mencoba mengikuti sang nenek yang sedang memutar alat pemintal tersebut, ketika sedang asik memutar alat pengintal, tiba-tiba jari sang putri tertusuk jarum alat pemintal dirinya pun teriak kesakitan dan langsung jatuh tersungkur dilantai. Ternyata sang nenek tersebut adalah Penyihir jahat yang menyamar menjadi nenek-nenek pemintal benang, lalu berkatalah penyihir jahat tersebut, "Hahahahahah tamatlah riwayatmu wahai putri raja!!" Mendengar berita ini sang raja pun membatalkan sisa perjalanannya dan bergegas kembali keistana. Tapi sayang sesampainya di istana sang raja telah menemukan putrinya dalam keadaan tak sadarkan diri, "Anak ku yang malang, maafkan aku ayah mu yang tidak bisa menjaga mu dari penyihir jahat" ratap sang Raja. Lalu datanglah penyihir yang baik berkata kepada sang raja, "Wahai raja ku, tenang saja. Putri mu hanya akan tertidur seratus tahun, tapi ia tidak akan tertidur sendiri aku akan menidurkannya bersama kau raja dan permaisuri." Setelah menyihir, lalu penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tidak ada yang bisa masuk kedalam istana. Seratus tahun telah berlalu, datanglah seorang Pangeran dari negeri seberang yang sedang lewat pada saat akan berburu dan kebetulan melihat ada istana yang tertutup semak berduri. Dan menurut cerita istana itu telah dihuni oleh seekor naga yang menjaga seorang putri cantik yang dikutukoleh penyihir jahat, tapi sang Pangeran tidak percaya begitu saja, dirinya pun memasuki istana itu. Sesampainya di pintu istana pangeran mulai memotong semak-semak yang menghalanginya masuk. Dengan pedangnya sang Pangeran berhasil masuk kedalam istana. Setelah mencapai menara sang Pangeran bertemu dengan penyihir Jahat yang tahu bahwa ada seorang pengeran yang akan mencoba membebaskan kutukan darinya. Penyihir jahat itu pun berkata, "Hai pangeran, akhirnya datang juga kau?! Masuklah jika kau ingin terkena kutukan ku juga dan coba kau kalahkan ku!!." Dan penyihir itupun merubah dirinya menjadi seekor naga besar yang menakutkan. Terjadilah pertempuran antara Naga dan Sang Pangeran, setelah cukup lama bertempur akhirnya sang naga pun kalah oleh Pangeran. Setelah naga itu mati dan lenyap bagai debu tertiup angin maka kutukan itu pun berangsur-angsur berakhir, bunga-bunga diistana itu mulai berkembang, burung-burung mulai berkicau lagi. Lalu munculah penyihir yang baik dan berkata kepada sang Pangeran, "Pangeran. Engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini, sekarang pergilah engkau ke tempat sang putri yang sedang tertidur panjang," Pangeran pun bergegas menuju tempat sang Putri tidur, lalu ia membisikan ketelinga sang putri, "Putri, bukalah mata mu," sambil membelai kepala sang putri. Tiba-tiba sang putri pun terbangun dari tidurnya, dan sang pangeran menceritakan semua apa yang terjadi. Raja dan Permaisuri pun ikut terbangun. Setelah kejadian itu Sang pengeran memberanikan diri melamar sang Putri Raja, raja pun menyetujui, dan akhirnya Sang Putri Tidur dan Pangeran pun menikah, mereka hidup dengan bahagia, begitu pun denga Raja dan Permaisuri. Sekian dan Terima Kasih !!! Baca juga dongeng anak sebelum tidur lainnya, disini.
Cerita pangeran kodok adalah salah satu dongeng klasik dari buku yang dibuat oleh Grimm Bersaudara Mengenai Brothers Grimm baca artikel kami Dongeng Cerita Putri Tidur Yang Sebenarnya Versi Brothers Grimm. Dongeng ini diceritakan di Indonesia sudah sejak lama. Banyak film kartun yang mengangkat dongeng pengeran kodok dan putri bungsu. Kali ini kami menyajikan dongeng dunia terpopuler ini untuk adik-adik semua. Selamat membaca. Dongeng Cerita Pangeran Kodok dan Putri Bungsu Dari Buku Cerita Rakyat Brothers Grimm Pada suatu masa, hiduplah seorang raja dan putri-putrinya yang cantik jelita. Putri termuda paling cantik di antara putri-putri lainnya. Di dekat istana, terdapat hutan yang rimbun dengan pepohonan. Salah satu pohon di hutan itu memiliki daun berbentuk hati. Di bawah pohon tersebut, terdapat sumur yang jarang diketahui orang. Saat cuaca panas, hutan tersebut sering di datangi putri termuda. Dia sangat senang bermain di sana dengan bola emasnya. Biasanya, dia akan melempar-lemparkan bola ke atas, lalu ditangkapnya kembali. Suatu ketika, karena Putri kurang hati-hati, bola emas itu tergelincir tepat di tanah dekat sumur. Perlahan, bola emas itu bergulir dan jatuh tepat ke dalam sumur. Mengetahui hal itu, Putri sangat bersedih dan menangis. Namun, tiba-tiba sang putri mendengar suara aneh. “Putri yang cantik jelita, mengapa kamu menangis?” tanya suara tersebut. “Aku menangis karena bola emasku terjatuh ke dalam sumur saat aku memainkannya tadi,” jawab Putri sambil menangis tersedu-sedu. Putri pun kebingungan. Siapa yang berbicara dengannya, padahal tak ada seorang pun di sana selain dirinya. Putri terus melihat ke sekelilingnya. Namun. hanya ada seekor kodok di sana. “Apakah kamu yang baru saja berbicara denganku?” tanya Putri dengan heran. “Tenang saja, Putri. Aku akan mengambilkan bola emas itu untukmu. Tetapi, jika aku berhasil, apa yang akan kamu berikan padaku?” ucap si kodok. “Aku akan berikan apa pun yang kamu inginkan. Mutiara, perhiasan, atau bahkan emas yang kupakai ini, dengan senang hati akan kuberikan padamu,” jawab Putri. “Baiklah. Aku juga ingin kamu dengan senang hati menyukaiku sebagai teman bermain, dan memperbolehkanku untuk makan bersama denganmu. Tentunya dengan piring emasmu. Aku ingin minum dari satu gelas untuk kita berdua. Aku pun ingin bisa tidur di ranjang indahmu. Jika kamu berjanji akan mengabulkan semua keinginanku ini, aku akan mengambilkan bola emas itu untukmu,” kata si kodok. “Baiklah. Aku berjanji akan melakukan semua hal yang kamu inginkan itu,” ujar Putri tanpa pikir panjang. Setelah mendengar janji Putri, si kodok segera mengambilkan bola emas yang terjatuh. Beberapa saat kemudian, si kodok keluar dari sumur sambil membawa bola emas kesayangan Putri. Betapa gembiranya Putri. Tapi, Putri tampaknya lupa dengan janjinya kepada si kodok. Tanpa menghiraukan si kodok, ia meninggalkan sumur begitu saja. Keesokan harinya, saat Putri sedang makan bersama dengan Raja. terdengar suara yang memanggil-manggil dari luar. “Putri termuda, bukakan pintu untukku,” ucap suara tersebut. Putri pun bergegas membuka pintu. Saat dia melihat seekor kodok di hadapannya, dia langsung menutup pintu. Dengan perasaan gelisah, Putri kembali duduk di kursinya. “Ada apa denganmu, anakku?” tanya Raja yang melihat kecemasan di wajah Putri. “Tidak, aku tidak apa-apa. Tadi ada kodok yang berusaha masuk,” jawab Putri dengan gugup. “Lalu, apa yang kodok itu inginkan?” tanya Raja kembali. “Oh, Ayahanda… Saat aku bermain dengan bola emasku, tiba-tiba bola itu tergelincir dari tanganku dan jatuh ke dalam sumur. Saat aku menangis, si kodok datang dan berusaha menolongku. Tapi, dia mengajukan berbagai persyaratan. Kupikir dia tak akan datang kemari, karena tak mungkin kodok meninggalkan air,” jawab Putri dengan tertunduk sedih. Untuk kedua kalinya, si kodok mengetuk pintu. “Putri Raja yang termuda, biarkan aku masuk! Apa yang pernah kamu janjikan kepadaku?” teriaknya. “Biarkan dia masuk. Kamu harus penuhi janjimu,” ujar Raja kepada putrinya. Dengan terpaksa, Putri membuka pintu. Ia membiarkan si kodok masuk. Kodok lalu melompat dan mengikuti Putri. Tibalah mereka di meja makan. “Putri, bisakah kamu mengangkatku agar aku duduk bersamamu? Dan tolong piringmu dekatkan lagi denganku,” pinta si kodok. Dengan wajah murung, Putri menuruti permintaan si kodok. “Terima kasih, Putri. Aku sangat senang. Tetapi, aku lelah. Tolong bawa aku ke kamarmu. Aku ingin beristirahat di ranjang indahmu,” kata si kodok. Awalnya Putri merasa enggan. Dia hanya terdiam di kursinya. Namun, ayahnya terus mendesaknya untuk membawa si kodok ke kamar Putri. Dengan mata berkaca-kaca, Putri akhirnya membawa kodok itu. Ditaruhlah kodok itu di sudut kamar Putri. Karena Putri juga merasa lelah, ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang. “Putri, aku pun ingin tidur sepertimu. Angkatlah aku. Jika tidak. aku akan memberitahukan hal ini kepada ayahandamu,” celetuk si kodok. “Diam kamu, kodok cerewet!” teriak Putri. Dengan marah. Putri melemparkan kodok itu ke tembok hingga terjatuh ke Iantai. Tiba-tiba… Olala, ternyata kodok tersebut berubah menjadi pangeran yang amat tampan. Putri pun sangat kaget dibuatnya. Pangeran pun menceritakan semuanya. Rupanya, ia telah disihir oleh seorang penyihir menjadi seekor kodok. Putri yang melihat Pangeran, seketika jatuh hati kepada Pangeran. Raja pun menikahkan putri termudanya itu dengan Pangeran. Sebuah kereta kencana sudah datang di istana, siap membawa Putri dan Pangeran ke kerajaan Pangeran. Tampak delapan ekor kuda menarik kereta tersebut, dan ada pula pelayan Pangeran yang bernama Henry. Di tengah perjalanan, Pangeran mendengar ada sesuatu yang patah pada keretanya. “Henry, coba kamu lihat. Mungkin ada roda kereta yang patah,” perintah Pangeran. “Bukan, Pangeran. Itu hanya sebuah ikatan rantai. Akhirnya, aku bisa terbebas dari ikatan itu yang sekian lama telah mengikat hatiku yang patah.” ujar Henry. Ternyata selama Pangeran dikutuk, Henry telah mengikat hatinya dengan rantai. Ia melakukan hal itu agar ikut merasakan penderitaan Pangeran. Kini, kutukan itu telah hilang, sehingga rantai tersebut pun patah. Sungguh. Henry merasa amat bahagia. Pesan moral dari Cerita Dongeng Pangeran Kodok adalah apa pun alasannya, janji harus ditepati, ya. Baca dongeng dunia terbaik kami lainnya pada kategori berikut ini Category Dongeng Dunia Cerita Dongeng Rapunzel Gadis Berambut Panjang Asli Brothers GrimmDongeng Pendek Dari Afrika Anak Pemanggil HujanCerita Rakyat dan Dongeng Anak TerbaruDongeng Cerita Tentang Kejujuran Singkat untuk AnakDongeng Bergambar Sebelum Tidur Jangan Suka MencuriDongeng Cerita Tradisional dari Cina dengan Hikmah TerbaikDongeng Pendek Sebelum Tidur untuk AnakCerita Dongeng Pangeran Matahari dan Bulan serta Pesan Moralnya
dongeng pendek putri dan pangeran